Jumat, 03 Juli 2026

Implementasi Pengamanan Aplikasi Web Menggunakan Apache Web Server, MySQL, dan Enkripsi Password MD5


Nama : Arum Fiaxsalia Sagita

NIM : 231011700677


Pendahuluan

Pada praktikum UAS Keamanan Sistem Informasi ini dilakukan implementasi pengamanan aplikasi web berbasis Windows Server. Praktikum meliputi implementasi Apache Web Server, pembuatan Virtual Hard Disk (VHD), migrasi database MySQL, penerapan enkripsi password menggunakan algoritma MD5, serta pengamanan halaman web dengan atribut Read-Only. Seluruh tahapan bertujuan agar aplikasi dapat berjalan dengan baik sekaligus memiliki mekanisme keamanan dasar yang sesuai dengan kebutuhan sistem.

1. Implementasi Apache Web Server

Implementasi Apache Web Server dilakukan untuk menjalankan aplikasi web berbasis PHP sehingga dapat diakses melalui browser menggunakan alamat localhost. Pada tahap ini dilakukan proses penyiapan aplikasi, menjalankan layanan Apache dan MySQL, hingga memastikan aplikasi dapat diakses dengan baik.

Langkah 1. Mengekstrak File Aplikasi

Pada tahap awal dilakukan proses ekstraksi file aplikasi yang masih berbentuk arsip (.zip). Proses ini bertujuan agar seluruh file aplikasi dapat digunakan dan dipindahkan ke direktori web server.

Langkah 2. Menyalin Folder Aplikasi ke Direktori htdocs

Setelah proses ekstraksi selesai, folder aplikasi jasa dipindahkan ke dalam direktori htdocs pada XAMPP. Direktori ini merupakan lokasi penyimpanan aplikasi web sehingga dapat dijalankan melalui Apache Web Server.

Langkah 3. Menjalankan Apache dan MySQL

Selanjutnya Apache dan MySQL dijalankan melalui XAMPP Control Panel. Kedua layanan harus berada pada status Running agar aplikasi dapat terhubung dengan web server dan database MySQL.

Langkah 4. Mengakses Halaman Login Aplikasi

Setelah layanan web server aktif, aplikasi diakses melalui browser menggunakan alamat http://localhost/jasa/. Halaman login berhasil ditampilkan sehingga menunjukkan bahwa implementasi Apache Web Server telah berjalan dengan baik.

Langkah 5. Pengujian Login Aplikasi

Tahap terakhir dilakukan pengujian login menggunakan akun administrator. Setelah proses autentikasi berhasil, sistem menampilkan halaman dashboard aplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa Apache Web Server, PHP, dan koneksi database telah berfungsi dengan baik.

2. Konfigurasi Virtual Drive Storage & Keamanan Direktori

Langkah 1 Menambahkan Virtual Hard Disk

Pada tahap ini dilakukan penambahan virtual hard disk baru melalui VirtualBox dengan kapasitas 15 GB. Hard disk dibuat menggunakan format VDI (VirtualBox Disk Image) dan tipe penyimpanan Dynamically Allocated, sehingga penggunaan ruang penyimpanan akan bertambah sesuai dengan data yang disimpan.



Langkah 2 Membuka Disk Management

Setelah sistem operasi Windows Server 2003 dijalankan, aplikasi Disk Management dibuka menggunakan perintah diskmgmt.msc melalui menu Run. Sistem kemudian mendeteksi hard disk baru dan menampilkan Initialize and Convert Disk Wizard untuk melakukan inisialisasi disk.


Langkah 3  Melakukan Inisialisasi Disk

Pada jendela Initialize and Convert Disk Wizard, dipilih Disk 2 untuk diinisialisasi agar dapat dikenali dan digunakan oleh sistem operasi. Setelah proses inisialisasi selesai, disk siap untuk dibuat partisi atau volume baru.

Langkah 4 Membuat Volume Baru

Ruang penyimpanan yang masih berstatus Unallocated kemudian dibuat menjadi New Simple Volume. Selanjutnya ditentukan ukuran volume sesuai kapasitas yang tersedia sehingga seluruh ruang penyimpanan dapat dimanfaatkan.

Langkah 5 Memberikan Drive Letter dan Melakukan Format

Volume yang telah dibuat diberikan drive letter D: agar dapat diakses melalui Windows Explorer. Selanjutnya dilakukan proses format menggunakan sistem file NTFS serta diberikan nama volume sesuai kebutuhan sebelum volume digunakan.

3.  Analisis Migrasi dan Import Database MySQL

Langkah 1 Membuat Database Baru

Pada tahap ini dibuat sebuah database baru melalui phpMyAdmin dengan nama arum. Database dibuat menggunakan collation utf8mb4_general_ci agar mendukung penyimpanan berbagai karakter dan kompatibel dengan aplikasi web yang akan digunakan.

Langkah 2 Mengimpor File Database

Setelah database berhasil dibuat, dipilih menu Import, kemudian dipilih file database jasa.sql dari penyimpanan komputer. File tersebut berisi struktur tabel beserta data yang akan dimasukkan ke dalam database arum.

Langkah 3  Proses Import Berhasil

Setelah proses import dijalankan, phpMyAdmin menampilkan notifikasi "Import telah selesai", yang menunjukkan bahwa seluruh tabel dan data pada file jasa.sql berhasil dimasukkan ke dalam database. Database kini telah siap digunakan oleh aplikasi web.

4.  Implementasi Enkripsi Password Menggunakan MD5

Langkah 1 Membuka Tabel User

Langkah pertama adalah membuka database arum, kemudian memilih tabel user. Selanjutnya dipilih data pengguna yang akan diubah password-nya melalui menu Ubah (Edit).

Langkah 2 Mengubah Password

Pada kolom password, dipilih fungsi MD5, kemudian password baru dimasukkan, misalnya 12345. Fungsi MD5 digunakan untuk mengubah password menjadi bentuk hash sehingga password tidak disimpan dalam bentuk teks biasa di database.

5. Validasi Integritas dan Modifikasi Halaman Beranda

Langkah 1  Membuka Folder Project

Langkah pertama adalah membuka folder project yang berada pada direktori C:\xampp\htdocs\jasa. Pada folder tersebut terdapat file index.php yang akan diubah atributnya menjadi hanya-baca (read only).

Langkah 2 Membuka Command Prompt

Selanjutnya dibuka Command Prompt (CMD) dan berpindah ke direktori project menggunakan perintah:

Perintah tersebut digunakan agar proses perubahan atribut dilakukan pada folder tempat file index.php berada.

Langkah 3 Mengubah Atribut File

Setelah berada pada direktori project, dijalankan perintah berikut:

Perintah attrib digunakan untuk mengubah atribut file, sedangkan opsi +r berfungsi memberikan atribut Read Only pada file index.php, sehingga file tidak dapat disimpan setelah dilakukan perubahan.

Langkah 4 Hasil Pengujian

Untuk memastikan atribut berhasil diterapkan, file index.php kemudian dibuka menggunakan Visual Studio Code dan dilakukan perubahan pada isi file. Ketika tombol Save ditekan, muncul pesan "Failed to save 'index.php': File is read-only.". Pesan tersebut menunjukkan bahwa file telah berhasil diubah menjadi Read Only, sehingga perubahan tidak dapat disimpan sebelum atribut tersebut dihapus atau ditimpa (Overwrite).

Kesimpulan : 

Berdasarkan seluruh tahapan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan database dan file website dapat dilakukan dengan baik menggunakan phpMyAdmin, SQL, serta Command Prompt. Proses pembuatan database, import database, perubahan password pengguna dengan MD5, dan pengaturan atribut file berhasil dilakukan sesuai prosedur. Pengujian menunjukkan bahwa perubahan yang diterapkan berfungsi sebagaimana mestinya, seperti password yang berhasil diperbarui dan file yang berstatus Read Only tidak dapat disimpan ketika diedit. Hal ini membuktikan bahwa setiap langkah administrasi database dan pengelolaan file telah berjalan dengan benar sesuai tujuan praktikum.